Diberdayakan oleh Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Untung Buntung Hilirisasi Nikel Indonesia

12 Desember 2020
  
    •Andra aditya sebagai Dirut Forum Masyarakat Tambang.

Jakarta - Salah satu organisasi yang bergerak dibidang pertambangan, yaitu Forum Masyarakat Tambang (FORMAT) Indonesia melakukan seminar dengan judul “UNTUNG BUNTUNG HILIRISASI NIKEL INDONESIA: Mendeteksi Potensi Monopoli Industri Nikel Indonesia”.
Organisasi yang berdiri pada tanggal 2 Februari tahun 2020 tersebut merupakan organisasi swadaya masyarakat, dengan visi mengawal pertambangan Indonesia.


Pada seminar tersebut, FORMAT juga menyatakan bahwa mereka siap bermitra dengan membangun dan mengawal industri pertambangan di Indonesia. Organisasi yang belum genap berdiri ini merekomendasikan untuk menjadikan diskusi publik ini sebagai ruang dialog untuk melihat permasalahan tambang di Indonesia, khususnya pada tambang Nikel. Pada seminar tersebut, FORMAT turut mengundang Gatot Sugiharto (APRI), Prof Surisyono Surijatmodjo (Tiga Sehati Innovasi), Meidy Katrin Lengkey (APNI). Simon Sembiring (Dirjen Minerba 2003-2008), dan Ridwan Djamaluddin (Dirjen Minerba) sebagai perwakilan dari pemerintah. Akan tetapi Ridwan Djamaluddin tidak turut hadir dalam acara tersebut.


Andra Aditya, sebagai Direktur FORMAT dalam uraiannya bahwa sumber daya adalah milik publik, maka pemanfatatannya juga harus berdasarkan kepentingan publik. “Kami mendorong pemerintah untuk terus mengawal implementasi dari kebijakan hilirisasi ini, sehingga tidak ada lagi praktek-praktek monopoli dan dumping harga oleh pengusaha nikel.” Andra Aditya juga mendorong inovasi pemanfaatan pengolahan nikel sehingga industri hilir nikel menjadi lebih ekonomis untuk ditambang.


FORMAT komitmen untuk menindaklanjuti hasil dari diskusi publik ini sebagai rekomendasi kepada pemerintah. FORMAT juga berkomitmen untuk terus mengawal aktivitas pertambangan mineral di Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.