Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Pro-Kontra Penerapan Non Tunai, Pembelian BBM di SPBU Mulai 2020

25 December 2019
Pembayaran BBM mengunakan ‘e-money’ menjadi salah satu kemudahan bagi masyarakat Indonesia, yaitu proses yang cepat dan tidak antri, tetapi juga menjadi momok yang menakutkan, karena pembayaran tunai akan hilang dari peradaban.

Pembayaran BBM Menguunakan ‘E-money’, DOK. Ist


JAKARTA, Bagus - Penjualan BBM di PT Pertamina (Persero) telah memastikan terealisasinya  target dalam  Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menggunakan pembayaran secara nontunai pada tahun 2020.

Mas’ud dalam tuturnya “transaksi di SPBU seharusnya sudah menggunakan nontunai, maka dari itu kita harus mendorongnya. Medianya juga harus ditentukan, apa melalui akun bank atau ‘e-money’ atau LinkAja,” (25/12/19)

Perseroan sampai saat ini terus  berupaya untuk melakukan digitalisasi di seluruh SPBU. Dalam tuturnya, “kita akan menargetkan proses digitalisasi rampung pada akhir kuartal I 2020, untuk dapat menerapkan transaksi non tunai di seluruh SPBU,” Jelasnya Mas’ud

Tetapi dalam penggnannya ini masih dalam proses yang membutuhkan waktu yang tidak singkat kurang lebih 75 persen lagi untuk menerapkan seluruhnya di seluruh SPBU, sehingga masyarakat dapat menggunakan transaksi nontunai di tahun 2020.

“Mas’ud mengharpakan penggunaan transaksi nontunai  merata disetiap SPBU yang ada di Indonesia dan nantinya dalam transaksi tersebut bisa terdata untuk mengetahui penggunaan BBM serta memudahkan perseroan menyiapkan stok BBM sesuai kebutuhan masyarakat,” Jelasnya

Penerapan transaksi nontunai menjadi pembincaraan yang hangat dimedia sosial, masyarakat perlu tahu seberapa efesiennya sistem ini digunakan di Indonesia. Apakah memudahkan masyarakat atau malah sebaliknya ?

Dalam cuitannya di twitter Merio @saymynamerio  mengtakan, “Bukannya gak setuju, tapi buat orng yang suka megang cash agak gimana gitu, tapi soal bayar dulu baru isi si setuju banget biar gak antri panjang, dan satu lagi mobil di larang isi premium (saran pribadi saya)”

Hal ini diperkut dengan cuitan dari Riki Arya S yang mendukung adanya transaksi non tunai @rikiarya757, “ mantepp ini, jadi kita tinggal tap aja. mudah dan cepat. kalo full tank gak perlu kembalian kan”

Tapi tidak sedikit yang kontra dengan adanya transaksi nontunai, salah satunya dalam cuitannya di twitter Fajri Gaffar Gazipura @FajriGaffar mengtakan “Masih banyak SPBU Pertamina (tak terkecuali di kota besar) yang belum siap dengan keberadaan alat bayar Non Tunai, Ex: Mesin EDC Mohon di tingkatkan kerjasama antara pertamina dengan pihak bank paling tidak dengan bank BUMN untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi”

sama halnya dengan Рачмадан Ека Ципта dalam cuitannya @REC_ Рачмадан “ Pertamina self service kan juga bayar dulu baru isi. Ayolah, jangan semua dibuat non tunai. Pembayaran tunai harus tetap ada, antisipasi sistem error”

Marc Al-azmi santosa dalam cuitannya pun @arsyaskiip4 mengatakan, “ lambat laun akan benar-benar terjadi.tol, listrik,pom bensin semua dibikin non tunai top up nya di minimarket, makin kaya kan yang punya minimarket, pribumi jaminan sejahtera nya mana ??? pak/bu”

Danang Adi Nurcahyo dalam cuitan twitternya menambahkan hal yang sama mengenai adanya transaksi non tunai @danangadi_LFC, “Kalo pembayaran non tunai otomatis pakai hp dong.. Contohnya kemarin2 gw bayar pertamax pakai link aja itukan gw gunain hp di SPBU padahal dilarang karna bahaya.. Mohon jadi bahan pertimbangan “