Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Presiden Jokowi dan Menteri Erick Sederhana, TPJ Sentil Elit BUMN Foya-foya

08 December 2019
Presiden Jokowi memberikan contoh kepada rakyat tentang gaya hidup sederhana, mulai dari cara berpakaian maupun cara dan tempat makan.

  • Koordinator Nasional TPJ, H. Nazaruddin Ibrahim, SH, MIPS. Foto: IST

JAKARTA, Bagus — Tim Pembela Jokowi (TPJ) memuji gebrakan-gebrakan awal yang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, yang dengan tegas dan keras mulai menata hidup BUMN, termasuk menata hidup para petinggi perusahaan pelat merah itu.

“Apa yang dilakukan Pak Erick itu sebuah langkah berani, dan itu sangat keren,” kata Koordinator Nasional TPJ, H. Nazaruddin Ibrahim, SH, MIPS, dalam keterangan tertulis kepada Bagus.co Minggu (8/12) siang.

Apa yang dilakukan Menteri Erick, menurut Nazar, adalah sebuah keteladanan dan ketegasan seorang pemimpin. Presiden Jokowi memberikan contoh kepada rakyat kita tentang gaya hidup sederhana, mulai dari cara berpakaian maupun cara dan tempat makan. Erick menegur dengan keras untuk jajaran di lingkungan kerjanya, agar mencontoh pola hidup Pak Jokowi.

“Pesan yang ingin beliau sampaikan sederhana, Anda jangan berfoya-foya pakai uang rakyat,” imbuh Nazar.

Nazar mengharapkan, langkah dan gebrakan Erick itu bisa diimbangi oleh para pembantunya di Kementerian BUMN, bukan saja dengan komitmen, tetapi dengan menunjukkan kepada publik tentang pola hidup sederhana.

“Selain itu, yang lebih penting, para pembantu Menteri bisa segera merumuskan standar etika baru bagi para pengelola BUMN dan pejabat di lingkungan Kementerian BUMN,” harapnya.

Menurut Nazar, yang terbaik dari gebrakan Erick Thohir dan beda dari pemimpin sebelumnya adalah, Good Corporate Goverment dan Perintah Jokowi untuk hidup sederhana diterapkan dengan nyata, bukan sekedar jargon semata.

“Pak Erick itu secara finansial mampu tiap hari naik pesawat ke kantornya, bukan sekedar moge, apalagi moge selundupan. Tetapi beliau menunjukkan cara hidup sederhana. Begitulah harusnya menjadi negarawan,” puji Nazar.

“Pak Erick bukan saja mempraktekkan suatu habbit baru di dalam tubuh BUMN, tetapi memberikan harapan baru bagi kita tentang konsep penerapan good coorporate governance. Insha Allah negara akan maju, jika banyak pejabat melakukan hal yang sama,” terang Nazar.

Menurut Nazar, perbuatan Direksi Garuda bukan hanya melanggar etika tapi juga mengandung unsur pidana, dan tindakan cepat Erick merupakan tindakan seorang Komandan yang sigap dan tangkas untuk memutus mata rantai amburadulnya pengelolaan BUMN dan membasmi tikus peliharaan. Dalam  hal lain juga melaksanakan perintah Jokowi dan menjaga kepercayaan publik sebagai perusahaan yang sudah go publik. (***)