Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Pare Bisa Membahayakan, Kalau Dikonsumsi Dalam Kondisi Ini

22 December 2019
Pare si pahit yang banyak penggemarnya. Menjadi makanan favorit sebagian masyarakat Indonesia. Tapi tahu nggak, ternyata pada kondisi tertentu, pare tidak disarankan memakannya?

Foto : Instagram

JAKARTA,  Bagus - Memakan pare ternyata banyak manfaatnya, yaitu menstabilkan gula darah, menurunkan kolesterol, hingga mencegah kanker.

Namun sebaiknya konsumsi pare ini tidak berlebihan dan batasi pada beberapa kondisi tertentu karena membahayakan.
Kondisi apa itu simak dibawah ini :

1. Penderita diabetes dengan kondisi khusus

Pare dapat menurunkan kadar gula darah dengan cepat.

Jika Anda menderita diabetes dan minum obat untuk menurunkan gula darah, sebaiknya hindari dulu mengonsumsi pare.
Karena pare dapat membuat gula darah turun terlalu rendah.

Beberapa obat tersebut antara lain glimepiride (Amaryl), glyburide (DiaBeta, Glynase PresTab, Micronase), insulin, pioglitazone (Actos), rosiglitazone ( Avandia), chlorpropamide (Diabinese), glipizide (Glucotrol), tolbutamide (Orinase), dan lain-lain.

2. Akan melakukan operasi pembedahan

Ada kekhawatiran bahwa pare dapat mengganggu kontrol gula darah selama dan setelah operasi.

Oleh karena itu sebaiknya orang yang hendak operasi tidak dulu mengonsumsi pare, minimal 2 minggu sebelum tanggal operasi.

Pare pun sebaiknya tidak dikonsumsi dulu setelah operasi untuk berjaga-jaga, setidaknya 2 minggu setelah operasi berlangsung.

3. Kekurangan Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD)

Orang dengan defisiensi G6PD mungkin mengembangkan "favism" setelah makan biji pare.

Favisme adalah kondisi yang menyebabkan aanemia, sakit kepala, demam, sakit perut, dan koma pada orang-orang tertentu.

4. Kehamilan atau Ibu Hamil yang Susah Buang Air Besar 

Beberapa ahli berpendapat bahwa pare tidak aman ketika dikonsumsi selama kehamilan. Bahan kimia tertentu dalam pare bisa memicu keguguran.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa mengonsumsinya saat hamil tak masalah selama tidak berlebihan.

5. Ibu menyusui

Belum ada penelitian pasti terkait hal ini.
Namun banyak ahli yang tidak merekomendasikan sehingga sebaiknya dihindari.