Diberdayakan oleh Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Mau Nikah, Tapi Belum Punya Kerja? Ini Solusi Dari Pemerintah

21 Desember 2019
Pemerintah menyediakan kemudahan bagi pengangguran yang memiliki keinginan untuk menikah.

DOK. Twitter  

JAKARTA, Bagus - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan sertifikasi siap kawin adalah solusi bagi calon keluarga rumah tangga miskin. Dimana dari keluarga tersebut dapat diprioritaskan mendapat Kartu Prakerja yang digunakan untuk keberlangsungan hidup mereka.

"Kita prioritaskan mereka yang dari pasangan miskin, berumah tangga untuk dapat kartu prakerja dan  masuk dalam pelatihan, sehingga pemerintah dapat merealisasikan dengan baik program tersebut," kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (20/12).

Pasangan yang siap untuk menikah, lanjutnya akan dilatih melalui pelatihan secara khusus. Setelah dilatih pasangan akan disalurkan ke lapangan pekerjaan yang sesuai dengan pelatihan yang dilalui, serta kemampuan yang dimilikinya dibidang masing-masing.

"Pemerintah akan memfasilitasi dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR), apabila ada salah satu  pasangan yang akan memulai usaha melalui Kementerian Koperasi dan UMKM," sebut Muhadjir.

Dia mengatakan, pengangguran dapat menimbulkan kemiskinan. Ini menjadi persoalan di Indonesia yang harus dituntaskan. Oleh karena itu melalui sertifikasi siap kawin, diharapkan dapat menangani kemiskinan di Indonesia.

Muhadjir mengatakan, bahwa terdapat 57 juta keluarga di Indonesia. Sebanyak 9,4 persen dari angka tersebut adalah  rumah tangga miskin dan sangat miskin. Apabila ditambah keluarga berkecukupan atau dalam kategori miskin yang sedang, menjadi 16,82 persen. Hal ini sungguh menyedihkan, apabila jika tidak ada solusi untuk menangani kemiskinan yang ditimbulkan adalah kriminalitas tinggi.

"Solusinya dengan sertifikasi siap kawin. Dan itu harus mulai diintervensi," ujarnya.

Menko PMK itu menjelaskan, sebelumnya pemerintah akan mengeluarkan program sertifikasi untuk pasangan yang ingin melaksanakan perkawinan. Nantinya akan mendapatkan kelas atau bimbingan pranikah yang mana akan direalisasikan tahun 2020.

Untuk teknisnya sendiri, sertifikasi siap nikah akan dibuat dengan cara pelatihan. Sehingga  kedua pasangan akan  mempersiapkan diri untuk bersungguh-sungguh menjalani kehidupan rumah tangga dengan pasangannya. Selain dilatih, pasangan juga akan diberikan pengetahuan, mengenai cara mengelola emosi, keuangan sampai soal kesehatan dan alat reproduksi.