Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Ke Ibu Kota Baru, Rombongan Jokowi Terperosok di Tanjakan Ekstrim dan Berlumpur

18 December 2019
Kemarin, Presiden Joko Widodo dan rombongan bertolak ke Kalimantan Timur. Hujan dan jalan becek tak menyurutkan semangat Jokowi untuk menembus lokasi calon ibu kota baru.

  • Jalur yang dilewati rombongan Presiden Joko Widodo menuju titik lokasi ibu kota baru di kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT International Timber Corporation in Indonesia (ITCI), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kemarin. Foto: Twitter

JAKARTA, Bagus - Jokowi lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur sekitar pukul setengah 8 pagi. Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang ditumpangi Jokowi, mendarat di
di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan sekitar pukul 10.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan sejumlah pejabat tampak antusias menyambut kedatangan Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak datang sendiri.

Ada sejumlah menteri yang ikut mendampingi. Antara lain Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sebelum menuju lokasi ibu kota baru, Jokowi terlebih dahulu diagendakan bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat Kalimantan Timur. Setelah itu, Presiden menuju Gerbang Tol Samboja untuk meresmikan tol pertama di pulau Kalimantan.

Jokowi, tiba di lokasi peresmian sekitar pukul 13.40. Cuaca mulai terpantau gerimis. Namun di beberapa sisi, matahari terik. Panasnya masih menyengat.


Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ini, kata Jokowi, sudah selesai tiga seksi. Yakni seksi 2, 3, dan 4. Tinggal 2 seksi lagi yakni seksi 1 dan 5. Keberadaan tol ini akan memangkas waktu tempuh antara Balikpapan-Samarinda dari 3 jam menjadi 1 jam. Rencananya, ruas tol ini juga akan diperpanjang hingga ke pusat ibu kota baru.

Masih di podium, Jokowi menyampaikan bahwa sebelum peresmian tol, ia menemui pemuka adat Kaltim. Apa yang dibicarakan?

"Permisi, ketok pintu," kata Jokowi, lalu mengetuk microphone, 3 kali. "Bahwa setelah keputusan (pemindahan) ibu kota, kita masuk ke Kukar dan PPU. Kira-kira itu. Dan para tokoh menyampaikan selamat datang dan mempersilahkan kita untuk masuk. Segera dimulai," lanjutnya.

Selesai peresmian tol, sekitar 14.13, Jokowi dan rombongan langsung bergerak menuju lokasi ibu kota baru. Letaknya ada di kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT International Timber Corporation in Indonesia (ITCI), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Di Sepaku, hujan lebat dilaporkan mengguyur sejak pukul 2 siang. Sejumlah awak media yang menunggu basah kuyup. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Jokowi untuk menembus lokasi ibu kota baru.




Meskipun diketahui, Jokowi dan rombongan harus melewati medan jalan yang berat. Selain berkelok-kelok dan tanjakan ekstrim, badan jalan juga menjadi becek, lincin dan berlumpur karena diguyur hujan.

Bahkan, salah satu minibus yang ditumpangi para menteri, terperosok di tanjakan merah saat menuju lokasi ibu kota, sekitar pukul 16.23. Mobil mereka terjebak di dalam lumpur, dan menepi di bibir lembah. Di dalam mobil ini ada Menteri BUMN Erick, Mendagri Tito, Seskab Pramono, dan Menteri PUPR Basuki.

Mereka terpaksa keluar dan berjalan kaki di jalanan menanjak dan becek. Para menteri ini kemudian dievakuasi menggunakan mobil Polisi. Perjalanan tetap dilanjutkan.

Jokowi baru tiba di titik peninjauan lokasi ibu kota baru sekitar pukul 5 sore. Ada sekitar 45 menit Jokowi di sana, memandang area ibu kota baru dari ketinggian. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini terpukau. Ia memuji panorama alam calon ibu kota baru, yang kontur lahannya berbukit .

"Kalau arsitek diberi sebuah kawasan naik turun bukit pasti akan senang. Lihat saja nanti. Desainernya pasti akan senang sekali,” tutur Jokowi.




Ia melanjutkan, ada sekitar 256 ribu hektare (Ha) lahan yang sudah tersedia untuk ibu kota baru. Dari jumlah tersebut, yang dijadikan kawasan ibu kota itu sekitar 56 ribu Ha. Ia memastikan, bahwa pembangunan ibu kota tidak menyasar hutan lindung. Tapi hutan konsesi.

"Jadi yang jelas lokasinya sangat mendukung sekali untuk sebuah kota yang smart city, kompleks city, kemudian green city," puji Jokowi.