Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Pelantikan Rektor, Nadiem Tampil Casual, Yang Lain Pakai Jas, Mendikbud Salah Kostum?

06 December 2019
Penampilan casual Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di acara pelantikan Rektor Universitas Indonesia (UI) Profesor Ari Kuncoro dikritik. Katanya tidak pantas. Apa iya?

  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kemeja tenun warna biru) menyalami Rektor baru Universitas Indonesia Ari Kuncoro, Rabu (4/12). Foto: Twitter

DEPOK, Bagus - Pelantikan Rektor UI ini sebetulnya digelar Rabu (4/12) lalu. Namun baru ramai kemarin. Setelah foto Nadiem yang ikut menghadiri pelantikan tersebut beredar di berbagai platform media sosial.

Dalam salah satu foto yang beredar, Nadiem tengah menyalami Rektor baru dan Rektor UI periode sebelumnua 2014-2019, Muhammad Anis. Didampingi Ketua Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia Saleh Husin. Mereka tampil dengan busana resmi; kemeja putih, dibalut jas hitam dan dasi. Bawahannya, celana bahan warna hitam, lengkap dengan sepatu pantofel.

Diantara mereka, hanya penampilan Nadiem yang terlihat casual. Mendikbud baru ini mengenakan kemeja motif tenun ikat jepara, kerah shanghai lengan panjang. Namun lengan baju digulung hampir menyentuh siku. Dipadu jeans junkies dan sepatu loafers berbahan suede.

  • Penampilan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Foto: Ist

Mantan bos Gojek itu juga terlihat tidak menggunakan kaos kaki. Sebagian kulit di sekitar mata kaki hingga telapak kaki atas dibiarkan terekspos.

Sontak mantan Ketua DPR Marzuki Alie protes. Ia nyinyir di Twitter. Menurutnya, penampilan Nadiem sebagai pejabat publik, harus menyesuaikan protokoler atau dresscode yang ditentukan oleh empunya acara.

"Mas Menteri @NadiemMakarim sebagai pejabat VVIP pada acara resmi protokoler, pelantikan rektor UI, pakai baju santai, sepatu tanpa kaos, disaat yang lain pakaian lengkap. Perlu mencontoh pres @jokowi yang bisa menyesuaikan dress codenya. Anda sekarang pejabat publik," kritik Marzuki di Twitter, kemarin.

Ia menyadari bahwa pakaian yang mengikuti protokoler itu membosankan. Namun, jika itu sudah menjadi aturan, maka harus diikuti. Politisi Demokrat itu kemudian mencontohkan Presiden yang tetap mengenakan jas, meskipun saat melantik menteri, selaku bawahannya. Harusnya, kata dia, hal itu juga berlaku bagi Nadiem ketika menghadiri pelantikan Rektor UI, yang notabene adalah bawahannya.

"Lalu mentang-mentang anak buah, pelantikannya boleh seenaknya saja. Presiden saja menghargai pelantikan dia sebagai menteri," sentilnya lagi.

Memangnya apa dresscode untuk pelantikan Rektor UI itu?

Kepala Humas UI Rifelly Dewi Astuti mengatakan bahwa dresscode yang digunakan Nadiem sudah tepat. Sesuai yang tercantum di dalam undangan yang mereka kirimkan kepada Mendikbud Nadiem.

"Sesuai kok," kata Rifelly ketika dikonfirmasi tadi malam.

Kata dia, dresscode untuk pelantikan kemarin dibagi dua. Yang diwajibkan mengenakan kemeja putih dan jas hitam itu hanya untuk Dewan Guru Besar (DGB), Senat Akademik (SA), Wakil Rektor, Dekan, dan Direktur Sekolah. "Undangan lain, batik," lanjutnya.

Kalau dari segi kepantasan, penampilan Nadiem di acara itu pantas atau justru tidak sopan?

Pengamat mode Yati Law menilai penampilan Nadiem ini bertema smart casual. Pantas. Tidak ada kesan tidak sopan. Justru, lanjut dia, Nadiem seperti sedang memberi pesan kepada para pendidik tentang kesederhanaan dari pakaiannya. Sekaligus promosi budaya, lewat kemeja tenunnya.

"Keren dalam artian sederhana. Very smart looking," kata Yati kepada tadi malam.

Menurutnya pakaian pejabat publik tidak harus melulu berkiblat ke budaya barat, yakni jas dan dasi. Sebab, dengan mengenakan batik, secara tidak langsung ikut membantu UMKM di Indonesia.

"Jadi beliau secara tidak langsung membantu mempromosikan Indonesia tentang produksi UMKM nya Indonesia. Tampil beda gitu lho..," tandasnya.