Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Telur Beracun di Jatim Jadi Omongan Dunia, Stop Impor Sampah!

25 November 2019
Salah satu akibat dari impor sampah yang mulai dirasakan adalah ditemukannya telur ayam yang mengandung zat berbahaya: dioksin.
  • Tumpukan sampah. Foto: Twitter

SURABAYA - Berdasarkan laporan The New York Times, telur ayam tercemar limbah berbahaya karena ayam memakan makanan di tanah yang tercemar zat polutan dioksin. Tanah tercemar akibat aktivitas pembakaran limbah plastik oleh pabrik tahu lokal yang menggunakan sampah-sampah itu sebagai bahan bakar.

International Pollutants Elimination Network (IPEN) juga merilis laporan mengenai telur ayam kampung di dekat pembuangan sampah yang terbukti tercemar dioksin dalam kadar sangat tinggi dari limbah sampah impor.

Dioksin merupakan polutan organik persisten yang secara ilmiah diidentifikasi sebagai "bahan kimiawi paling berbahaya dan beracun di muka bumi".

Bahan kimiawi ini telah dikaitkan dengan kelahiran cacat pada bayi serta penyakit Parkinson.

Menurut laporan IPEN, ekspor limbah plastik tidak hanya menghasilkan polusi di sekitar lokasi pembuangan di Jatim, tapi juga mencemari rantai makanan dalam "konsentrasi berbahaya."

LSM ini melakukan pengujian laboratorium pada telur ayam kampung di Desa Tropodo dan Bangun, yang merupakan kawasan pembuangan sampah plastik impor dari Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Mereka menemukan kandungan dioksin dalam satu telur ayam 70 kali lebih tinggi daripada yang dapat ditoleransi menurut ketentuan Otoritas Keamanan Pangan Eropa.

"Itu artinya Anda tidak akan langsung jatuh sakit setelah makan telur tersebut," kata pakar toksilogi Dr Lee Bell, yang turut menulis laporan IPEN.

"Tapi jika Anda mengkonsumsi telur-telur itu selama periode tertentu, risiko Anda terkena kanker, gangguan endokrin, gangguan sistem kekebalan tubuh dan lainnya, meningkat secara dramatis," jelasnya kepada ABC.

Mendapat laporan itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) langsung melakukan investigasi terkait kemungkinan adanya telur ayam di Jawa Timur yang diduga tercemar residu partikel plastik.

"Kami langsung menurunkan Tim yang terdiri dari petugas Ditjen PKH dan unit pelaksana teknis Balai Pengujian Mutu Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH). Mereka diberi tugas untuk memastikan keamanan pangan produk hewan khususnya telur," ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, Selasa (19/11).

Dia berharap, masyarakat tetap mengkonsumsi telur karena kandungan gizi yang besar sangat sangat bagus untuk pertumbuhan.

Apalagi, kata dia, pemeliharaan Ayam petelur ras konsumsi sudah melalui proses yang baik karena diberikan pakan dari bahan pabrikan yang aman. Kondisi ini secara tidak langsung akan menjamin telur ayam Indonesia terhindar dari residu partikel plastik.

Kini, Pemerintah Australia berjanji untuk melarang ekspor sampah plastik, kertas bekas, ban serta kaca bekas. Akan tetapi sampah itu akan masuk proses daur ulang secara bertanggungjawab.

Komitmen itu disampaikan oleh pihak Departemen Lingkungan Hidup dan Energi terkait dengan ekspor sampah dari Australia yang tercemari bahan limbah berbahaya, seperti dikutip dari ABC Indonesia, Minggu (24/11).

"Australia memiliki UU yang ketat mengenai ekspor bahan berbahaya atau terkontaminasi, termasuk bahan daur ulang," katanya. "Jika perusahaan ditemukan melanggar peraturan ini, maka akan diambil tindakan yang tepat," tambahnya.

Sampah impor dari berbagai negara termasuk Australia kembali jadi sorotan menyusul temuan telur ayam yang tercemari limbah berbahaya di dua desa di Sidoarjo, Jawa Timur.

Dilansir detik.com, Indonesia sudah mengirimkan balik sembilan kontainer limbah plastik yang tercampur sampah serta limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) ke Australia, pada September lalu.

Terhitung sejak bulan Juni lalu, Indonesia sudah mengirim balik 18 dari 103 kontainer sampah terkontaminasi asal Australia.