Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Disambut Sorak-sorai Peserta PKH, Mensos Juliari Ajak Senam Poco-poco

20 November 2019
Kunjungan Mensos ini diiringi riuh rendah tepuk tangan dan sorak sorai ribuan peserta yang hadir sehingga acara berlangsung begitu meriah dan penuh keakraban meski di tengah terik cuaca Minahasa.

  • Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara bersama penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, kemarin. Foto: Istimewa

MINAHASA UTARA - Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara melakukan kunjungan ke Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka Graduasi Mandiri dan Family Gathering Program Keluarga Harapan (PKH), Selasa (19/11) siang.

Dalam kunjungannya, Mensos larut dalam keceriaan bersama ribuan ibu-ibu KPM PKH memasuki sesi pemberian sejumlah hadiah berupa e-money, setrika, rice cooker, dispenser, hingga kompor gas masing-masing kepada 10 KPM secara acak, setelah mereka menjawab pertanyaan yang dilontarkan Mensos.

Pertanyaan-pertanyaan ringan dari Mensos menghasilkan jawaban yang mampu memecah gelak tawa di antara para peserta.

Selain itu, Mensos tak segan mengajak para peserta bergembira bersama dengan melakukan senam poco-poco yang diikuti gerakan serempak dari KPM PKH.

Kunjungan Mensos ini diiringi riuh rendah tepuk tangan dan sorak sorai ribuan peserta yang hadir sehingga acara berlangsung begitu meriah dan penuh keakraban meski di tengah terik cuaca Minahasa.

Tidak kurang 5.000 KPM dari 10 Kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara, serta 46 SDM Pendamping PKH dari Kabupaten Minahasa Utara hadir dalam kunjungan Mensos yang bertempat di halaman Kediaman Gubernur Sulawesi Utara ini.

Menteri memulai kunjungannya dengan melihat stand yang menjual produk-produk KPM PKH di sekitar area, kemudian dilanjutkan dengan menyapa peserta dari segala sisi.

Dalam sambutannya, Mensos menyampaikan bahwa berbagai program, khususnya di Kementerian Sosial difokuskan untuk mampu meningkatkan dan mengembangkan penerima manfaat agar mandiri sejahtera.

"Tugas Kemensos tidak hanya menjalankan program-program bantuan sosial (bansos), tetapi juga memastikan bahwa semakin lama, penerima bansos semakin berkurang. Sebab semakin sedikit program bansos dan penerimanya, maka kinerja Kemensos dinilai sukses", kata Mensos.

Sesuai dengan mimpi Presiden RI, Joko Widodo, pada tahun 2045, tepat saat 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia dicanangkan sudah masuk ke dalam negara berpendapatan tinggi dengan kondisi rakyat sejahtera.

"Jadi, kita harus bekerja keras. Ini bukan hanya tugas pemerintah pusat dan daerah saja, tapi tugas kita semua untuk bekerja bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat", ujar Mensos.

Program Keluarga Harapan (PKH) sendiri di Provinsi Sulawesi Utara mulai dilaksanakan sejak tahun 2007 yang mencakup 5 Kabupaten (Kota Manado, Kota Bitung, Minahasa, Minahasa Selatan dan Bolang Mongondow), dan terus berkembang ke beberapa daerah lainnya dari tahun ke tahun.

Sementara itu, dikatakan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan angka kemiskinan terendah.

"Angka kemiskinan di Sulut pada Maret 2019 sebesar 7,66% merupakan angka terendah se-Sulawesi bahkan lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional sebesar 9,41%", terang Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, dihadirkan pula 10 KPM PKH graduasi mandiri dan anak PKH berprestasi di bidang pendidikan dan olahraga sebanyak 3 orang.

Adapun Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Mandiri yang mendukung pelaksanaan bansos PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) selama ini, turut hadir di tengah-tengah acara.

Pada tahun 2019, Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan PKH kepada 1.581.550 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp 5,5 triliun di seluruh Indonesia dan bantuan BPNT kepada 2.363.696 KPM senilai lebih dari Rp 1,3 triliun di seluruh Indonesia.

Khusus di Sulawesi Utara, bansos PKH dan BPNT yang telah disalurkan senilai Rp 113,3 miliar. (KS)