Seberapa Parah Wabah Polio Melanda Filiphina, Tuan Rumah SEA Games 2019? - Bagus.co

Mobile Menu

Powered by Blogger.

More News

logoblog

Seberapa Parah Wabah Polio Melanda Filiphina, Tuan Rumah SEA Games 2019?

31 October 2019
Salah satu isu yang mencuat jelang penyelenggaraan SEA Games di Filipina adalah penyebaran virus polio. Hal ini tentunya sedikit membuat cemas sejumlah atlet yang dipercaya untuk mewakili Indonesia. Lalu?

  • Signing Ceremony SEA Games 2019 di Filiphin. DOK. Istimewa

MANILA - Chief de Mission kontingen Indonesia di ajang SEA Games 2019, Harry Warganegara, pada Selasa pagi (29/10), bertolak ke Manila, Filipina, guna memastikan persiapan yang dilakukan oleh tuan rumah dalam menyambut gelaran multi event dua tahunan terbesar di Asia Tenggara.

Dengan didampingi beberapa staf pendukung, Harry bukan hanya meninjau venue yang akan digunakan oleh para atlet Indonesia, namun Harry juga menemui kedutaan besar Indonesia di Filipina guna memastikan sejumlah isu yang muncul jelang dimulainya SEA Games 2019 November mendatang.

Salah satu isu yang mencuat jelang penyelenggaraan SEA Games di Filipina adalah penyebaran virus polio. Hal ini tentunya sedikit membuat cemas sejumlah atlet yang dipercaya untuk mewakili Indonesia.

Namun setelah menemui sejumlah pihak terkait di Filipina, Harry memastikan kalau isu tersebut tidak perlu dirisaukan, karena titik penyebarannya sangat jauh dari tempat penyelenggaraan SEA Games 2019.

''Isu virus polio untuk anak memang ada, tetapi itu terjadi di wilayah selatan, dan itu sudah diantisipasi oleh pemerintah setempat. Sehingga saya pastikan atlet kita nanti akan tetap aman,'' ujar Harry.

Kebutuhan para atlet asal Indonesia akan makanan halal juga tak lupa dimasukkan ke dalam agenda kunjungan CDM ke Filipina. Dan Harry sangat bersyukur, karena pihak panitia telah memastikan ketersediaan makanan halal bagi para atlet asal Indonesia selama berada di Filipina.

''Makanan untuk atlet Indonesia aman. Panitia juga sudah menyiapkan makanan halal. Jadi tidak akan ada masalah bagi para atlet asal Indonesia selama berada di Filipina,'' sambung Harry.

Hanya saja, Harry sedikit menyayangkan sejumlah perubahan jadwal dan venue yang ditetapkan oleh panitia. Hal ini nantinya akan ia kordinasikan kepada pelatih dan penganggung jawab setiap cabang olahraga yang mengalami perubahan jadwal dan tempat pertandingan.

''Ya, memang ada sejumlah perubahan jadwal dan venue. Nanti hal ini akan kita sampaikan kepada masing-masing cabor. Tetapi saya rasa perubahannya tidak akan terlalu mengganggu persiapan yang telah dilakukan oleh para atlet kita,'' beber Harry.

Harry juga sangat bersyukur karena pihak panitia memberikan banyak sekali kemudahan kepada kontingen Indonesia. Bahkan, tidak akan ada batas jumlah pewarta bagi para jurnalis yang akan melakukan peliputan di SEA Games 2019.

''Saya sudah mencoba untuk meloby pihak penyelenggara soal kuota wartawan asal Indonesia. Alhamdulillah mereka tidak akan membatasi jumlah pewarta asal Indonesia yang akan melakukan peliputan di sana.''

''Pihak KBRI juga sangat mendukung persiapan kami. Selain mewakili kami pada team drawing, mereka juga telah melakukan sejumlah persiapan luar biasa untuk menyambut kedatangan atlet asal Indonesia,'' pungkas Harry.