Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Sandi Tak Bisa Ke Turki, Karena "Dicekal" Prabowo

16 October 2019
Warganet tanah air dibikin terkejut oleh postingan video Sandiaga Salahudin Uno yang berjudul "Saya Kembali... :)" di sosial media kemarin. Responnya macam-macam, ada yang senang, ada juga yang nyinyir.

  • Tangkapan layar video You Tube Sandiuno TV.

JAKARTA-Dalam video singkat berdurasi 24 detik itu, Sandi bergaya bak superhero. Dengan langkah mantap, dan tatapan kedepan, ia berjalan perlahan sambil membuka satu persatu kancing kemeja batik megamendung berwarna birunya. Diiringi musik latar Superman.

Mantan Calon Wakil Presiden di Pilpres lalu itu lalu melepaskan kemeja batik itu dari badannya. Tampaklah kaos berwarna hitam yang tersisa di badannya. Bertuliskan Gerindra. Tulisan bercetak tebal di dada itu juga di berikan efek-efek cahaya.

Kemudian baju tersebut di-zoom, hingga tulisan Gerindra membesar dan terlihat tulisan kecil di bawahnya: Est 2008. "Saya kembali," tulis Sandiaga di Facebook, Twitter dan Instagramnya kemarin. Ia membubuhkan emoji senyum di akhir kalimat tersebut.

Video itu secara gamblang menunjukkan bahwa Sandi akan kembali ke Gerindra. Sebab sebelumnya, Sandiaga telah menyatakan keluar dari Partai berlambang kepala burung Garuda itu untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 sebagai Wakil Presiden.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu diminta mundur oleh Prabowo dari kader Gerindra, agar bisa diterima oleh dua parpol pendukung lain yakni PAN dan PKS.

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan bahwa Sandiaga akan kembali bergabung ke Partai Gerindra. Malam sebelum video itu diposting, ia bersama Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak sudah bicara panjang lebar tentang rencana "come back" Sandiaga.

"Kemarin malam saya ketemu Bang sandi dari jam 9 sampai jam 12 malam. Ada saya, Dahnil dan teman-teman lain," kata Andre ketika dihubungi tadi malam.

Bahkan, Sandi dikabarkan harus membatalkan rencana kunjungannya ke Turki. Karena diminta oleh Prabowo untuk menghadiri Rakernas.

"Bang Sandi enggak bisa keluar. Dia batalin kunjungan ke Turki. Dan memilih untuk hadir ke Rakernas besok," tuturnya.

Sandiaga, kata Andre sudah menganggap Prabowo adalah mentor politiknya. Sandi juga selalu mengatakan akan mendampingi Prabowo sampai titik darah penghabisan.

Ia dan teman-teman di Gerindra mengaku senang jika Sandiaga kembali bergabung. Karena kapasitas dan kapabilitasnya tak diragukan lagi.

Ajakan untuk kembali ke Gerindra, kata Andre sudah dilakukan sejak setelah Pemilu usai. Namun, Sandi masih menunggu momentum yang tepat. "Momentum yang pas ya Rakernas," katanya.

Hari ini, Partai Gerindra menggelar Rapat Kerja Nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dalam acara yang akan berlangsung sampai tanggal 17 Oktober 2019 itu, salah satu keputusan yang palung ditunggu-tunggu adalah: menjadi oposisi atau hijrah ke koalisi pendukung pemerintah.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Pangi Syarwi Chaniago menilai keputusan Sandi kembali ke Gerindra adalah tepat. Dari pada ia harus berlabuh ke partai lain. Dimana, sebelumnya Sandi juga gencar dikabarkan akan bertarung merebut kursi Ketum PAN.

Di Gerindra, kata Pangi, Sandi sudah punya konstribusi nyata. Baik dalam memperkuat logistik ketika Pilpres, hingga mengangkat nama Gerindra saat memenangkan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

"Itu kan tidak bisa dilepaskan dari pengaruh beliau," kata Pangi ketika dikontak tadi malam.

Ia memaklumi, jika keputusan Sandi kembali ke Gerindra ini akan disikapi beragam. Ada yang menerima, ada juga yang menolak.

Yang menolak, bisa saja karena khawatir munculnya kekuatan-kekuatan lain yang diperhitungkan. Kemudian takut dengan manuver-manuvernya Sandi dan khawatir adanya matahari kembar.

"Ada yang merasa nggak nyaman, itu biasa aja sih dalam politik. Cuma yang merindukan Sandi kembali ke Gerindra juga banyak," tandasnya.

Tak hanya di internal Gerindra, ungkapan kerinduan maupun penolakan Sandi bergabung ke Gerindra juga ramai di linimassa. Bahkan beberapa netizen nyinyirin keputusan Sandi tersebut.

Akun @NasrRudi misalnya. Ia mendukung langkah Sandi bergabung kembali ke Gerindra. Ia berharap langkah rekonsiliasi yang sedang ditempuh partai tersebut berhasil.

"Selamat datang kembali ke GERINDRA bang @sandiuno," komentarnya. "Welcome Back, Sob," cuit @Dahnilanzar. "Katanya ada yg mau balikan nih?? ayoo tebak balikan kemana? tunggu tanggal mainnya ya..," tulis @vasco_ruseimy.

Lain dengan Akun @yono_1977. Ia berharap agar Sandi dapat membawa Gerindra tetap berada di luar Pemerintahan.

"Bang mohon bantuannya kasih tau Pa @prabowo untuk tetap diluar Kekuasaan... Tidak akan mati Partai @Gerindra walaupun diluar Kekuasaan. Saya yakin tambah Besar... Bang Sandi kan enak kalau kasih tau langsung ke Prabowo," harapnya. "Yang punya Gerindra aja nyemplung ke kolam," sentil akun @czeyek.

Akun @Ari3fDanial malah guyon. Meskipun desas-desus Gerindra akan merapat ke koalisi pemerintah menguat, ia yakin Sandi tidak akan mau Menteri Jokowi, karena tidak ada nomenklaturnya dalam kabinet.

"Karenanya, saya setuju kalo beliau mau jadi Menteri BUMN di kabinet Rekonsiliasi 2019-2024. Lagian mana ada pos untuk "menteri jokowi", yg ada tuh menkopolhukan, menegBUMN, menkominfo," candanya.

"Apakah bisa kembali menduduki wagub dki bersama pak @aniesbaswedan.. Jika bisa senang sekali rasanya. Membangun kota membahagiakan warganya," tanya akun @zubair06255175.