Ke Rumah Paloh, Beneran Prabowo Tak Minta Apa-apa? - Bagus.co

Mobile Menu

Powered by Blogger.

More News

logoblog

Ke Rumah Paloh, Beneran Prabowo Tak Minta Apa-apa?

14 October 2019
Tadi malam, Prabowo Subianto bertamu ke rumah Surya Paloh. Ia tiba ba'da Maghrib. Kedatangan Prabowo ini memunculkan banyak spekulasi. Khususnya jelang pengumuman kabinet. Namun, dia bilang, dalam pertemuan itu mereka hanya bicara tentang kepentingan nasional. Beneran nih tidak minta apa-apa?

  • Prabowo Subiato saat bertamu ke kediaman Surya Paloh, tadi malam. (Foto: Muhammad/Bagus.co)

Sekitar pukul 6.34 malam, mobil jenis Toyota Alphard warna putih dengan nomor polisi B 108 PSD memasuki gerbang kediaman Surya Paloh, yang terletak di Jalan Permata Berlian Blok R20, Permata Hijau, Grogol Utara, Jakarta Selatan. Keluar dari mobil, Prabowo tampil dengan setelan kemeja putih lengan panjang. Ia hanya melambaikan tangan dan melempar senyum kepada awak media. Ketika itu, ia belum mau berkomentar.

Selain Prabowo, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo juga menumpangi mobil yang sama.

Baru sekitar pukul 8.21, Prabowo dan Paloh bersama pejabat teras partai keluar lewat serambi depan. Ketika ditodong wartawan, Prabowo langsung berbicara lebih dulu. Ia meminta izin kepada Paloh, lalu dipersilahkan.

"Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada pak Surya Paloh, sahabat saya lama. Dari kecil," kata Prabowo mengawali komentarnya kepada wartawan.

Ia mengakui, dalam hubungan persahabatan yang sudah cukup lama dengan Paloh, keduanya memang kadang-kadang berbeda dan berseberangan. "Tapi dalam suasana cinta tanah air, kita satu," lanjutnya, yang direspon Paloh dengan senyum dan anggukan kepala.

Dalam pertemuan itu, Prabowo mengatakan keduanya menemui beberapa titik persamaan. "Kita tidak ingin Indonesia rusak. Kita tidak ingin negara kita pecah belah. Kita sepakat untuk menjaga keutuhan dan persatuan nasional."

Dalam pertemuan ini Prabowo mengaku dijamu soto mie. Namun ketika ditanya apa saja titik temu di dalam pertemuan itu, Paloh langsung mengambil alih. Sosok pria berbrewok ini tampil dengan baju koko warna hitam. Warnanya senada dengan celana bahan kain yang dikenakannya. Tanpa panjang lebar, ia langsung mempersilahkan Sekjen Partai Nasdem Jhonny G Plate. "Silahkan pak Sekjen, ada beberapa beberapa poin kesepakatan dulu ya," ujar Paloh sambil meminta Sekjen-nya maju ke depan, membacakan butir-butir kesepakatan itu.

Menatap secarik kertas HVS berisikan tulisan tangan, Jhonny membacakannya di hadapan awak media. Ada 3 poin yang tercatat dalam kertas yang diberi judul Silaturahmi Kebangsaan itu.

"Baik terima kasih Pak Surya, Pak Prabowo. Saya bacakan kesepakatan politik antara Partai Nasdem dengan Partai Gerindra," kata Jhonny.

Bunyi dari kesepakatan tersebut antara lain; Pertama, bahwa kedua pemimpin sepakat untuk memperbaiki citra partai politik dengan meletakkan kepentingan nasional di atas segala kepentingan lain. Dan menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan.

Selanjutnya, kedua pemimpin parpol sepakat untuk melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk mencegah dan melawan segala tindakan radikalisme berdasar paham apapun, yang dapat merongrong ideologi dan konsensus dasar kebangsaan

Terakhir, kedua parpol sepakat bahwa amandemen UUD 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh. Yang merangkul kebutuhan tata kelola negara, sehubungan dengan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Lalu, soal menteri ada dibahas juga nggak?

Paloh spontan tertawa, lalu garuk-garuk kepala. Sementara Prabowo sambil tersenyum menunjuk-nunjuk wartawan dengan mengatakan: "Pasti nanya-nanya itu dia."

Paloh lalu mengalihkan pembicaraannya kembali kepada butir-butir kesepakatan yang dibacakan Sekjen Nasdem. Menurutnya ia dan Prabowo mempunyai kesamaan pandangan, pikiran dan emosi bahwa kepentingan bangaa harus diletakkan di atas kepentingan-kepentingan lain.

"Apakah ada membicarakan masalah menteri atau kabinet, mau jawaban yang jujur kan?," tanya Paloh, kompak direspon iya oleh wartawan.

"Sejujurnya saya mengatakan nggak ada, sama sekali nggak ada," tambahnya.

Yang paling banyak dibicarakan, kata Paloh, justru adalah bagaimana dengan potensi kedekatan antara keduanya untuk bisa saling mengisi satu sama lainnya. "Untuk membangun institusi politik lebih kuat, lebih matang. Bisa diterima oleh seluruh masyarakat, tidak terbatas ada dalam pemerintahan atau tidak."

Menurut Paloh, dirinya dan Prabowo adalah satu. Keduanya ingin Indonesia maju. Ia bersyukur dan berterima kasih kepada Prabowo yang datang menyambanginya.

Kemudian wartawan menyoal tentang status oposisi dan koalisi di mata kedua petinggi parpol ini. "Nanya-nanya kembali ke situ juga," kelakar Prabowo.

Prabowo kembali menegaskan poin dari pertemuan tersebut, yaitu mengutamakan kepentingan nasional. "Apa saja yang bisa memperkuat, mendukung Indonesia yang kuat, kepentingan nasional yang baik, untuk rakyat. Kita akan dukung," tegasnya.

Paloh mengaku tidak masalah jika Gerindra masuk ke dalam pemerintahan. Asal sama-sama bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan nasional. "Apa yang menjadi masalah," tandasnya.

Hendak menjawab bagaimana suasana kebatinan Paloh malam itu, Prabowo langsung memotong. "Gini, gini. Sebelum dijawab, di dalam atau di luar kita tetap akan menjaga keutuhan atau kepentingan bangsa dan negara," tegasnya. "Sama aja. Apa yang dikatakan Pak Prabowo itulah yang terbaik," timpal Paloh. "Di dalam atau di luar pokoknya kita tetap bekerja untuk merah putih," sambung Prabowo lalu salam komando dan berpelukan dengan Paloh.

Bagaimana sebenarnya suasana dari pertemuan tertutup kedua pemimpin m Parpol ini? Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Charles Meikyansyah yang ikut dalam pertemuan tersebur mengatakan keduanya cukup akrab. Apalagi keduanya pernah sama-sama di Partai Golkar sebagai Dewan Pembina.

"Guyon, guyub. Saya melihat seperti perjumpaan dengan sahabat lama," kata Charles kepada Rakyat Merdeka.

Dalam pertemuan, Charles mengatakan Ketua Umumnya menjamu Prabowo dengan beberapa menu makanan. Selain soto mie, mereka juga disuguhkan: nasi goreng, kwetiau, steak, emping goreng, dan pasta.

"Saya kira ini pertemuan pertama dan akan dilanjutkan selanjutnya," sambung Charles.


Pengamat politik Ujang Komarudin membaca kedatangan Prabowo ke rumah Surya Paloh ini adalah bagian dari strategi dan komunikasi politik yang dilakukan Capres Nomor Urut 2 di Pilpres lalu itu untuk melobi Surya Paloh. "Memang itu satu-satunya cara agar Gerindra diterima oleh Nasdem, dan kawan-kawan," kata Ujang kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Menurutnya, koalisi Jokowi tak akan nyaman jika Gerindra hanya direstui oleh Megawati dan Jokowi. Tetap butuh restu dari Surya Paloh.

Dengan begini, lanjut Ujang, peta politik internal koalisi akan berubah. Gerindra akan menjadi kekuatan baru di internal koalisi Jokowi. Bahkan bisa menggeser partai kelas menengah dan kecil dari kaolisi Jokowi. Karena itu, ia melihat Nasdem tidak rela Gerindra yang tak berkeringat, menikmati kursi kabinet di koalisi Jokowi.

Ditengah kencangnya penolakan masuknya Gerindra ke dalam pemerintahan itu, di sana lah Direktur Eksekutif Indonesia Political Review melihat adanya gerakan Prabowo melakukan pendekatan ke Surya Paloh.

"Tak bagus. Jika Prabowo hanya berkomunikasi dengan Mega dan Jokowi saja. Surya Paloh juga perlu dilobi dan didekati. Jangan dilewati. Hehe," pungkasnya.***