Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Bisa Oposisi, Bisa Koalisi, Sikap Gerindra Tergantung Jokowi

17 October 2019
Ada tiga poin sikap politik yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pidatonya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar di
Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat kemarin. Salah satu poinnya, dapat dimaknai bahwa sikap politik Gerindra tergantung Jokowi.

  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Twitter @Gerindra.

BOGOR- Hari itu, kediaman Prabowo didatangi oleh lebih dari 4 ribu kader Gerindra dari seluruh Indonesia. Sejumlah elit partai seperti Rahmawati Soekarnoputri, Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, Fadli Zon, Andre Rosiade, hingga Riza Patria juga hadir dalam acara ini.

Sementara Sandiaga Uno datang bersama istri. Ia menjadi salah satu pusat perhatian. Karena ia baru saja menyatakan kembali bergabung dengan partai berlambang kepala Burung Garuda itu.

Sebelumnya, ia sempat keluar dari Gerindra karena mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Presiden di hajatan Pilpres lalu. Sempat diisukan bakal berlabuh ke Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan digadang-gadang menjadi menjadi ketua umum. Tapi tidak jadi.

Terkait jabatan di Gerindra, Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Sandi akan menempati posisi lamanya, sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.

"Pak Prabowo tadi sebutkan ke Bang Sandi welcome back kepada Bang Sandi," kata Dahnil.

Termasuk Rocky Gerung. Padahal ia belum lama ini menyatakan diri beroposisi dengan Prabowo Subianto. Menyikapi isu mantan Danjen Kopassus itu merapat ke kubu Jokowi. Ia bahkan meminta pendukung Jokowi untuk mengusir Prabowo dari kubu mereka.

Namun kenapa Rocky hadir dalam acara itu?

Menurut Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade, ia memang sengaja diundang oleh Prabowo. Selain Rocky, ada juga Haikal Hasan dan sejumlah tokoh lain yang pernah mendukung Ketum Gerindra itu di Pilpres lalu. "Supaya tidak terjadi disinformasi," katanya.

Acara ini semula dijadwalkan akan dimulai tepat pukul 9 pagi. Namun bergeser menjadi pukul 10.20. Meskipun molor lebih dari satu jam, beberapa peserta masih ada yang datang terlambat. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruang acara.

Rapimnas ini berlangsung tertutup. Wartawan hanya diizinkan masuk sebentar, untuk mengambil gambar suasana rapat. Setelah itu, awak media dipersilahkan menunggu di pintu gerbang masuk lokasi acara.

Adalah Dahnil yang kemudian menjelaskan kepada wartawan apa yang menjadi pokok pembicaraan Prabowo dalam pidatonya di acara tersebut.

“Ada 3 poin singkat yang disampaikan dalam pidato politik Pak Prabowo Subianto,” sebut Jubir Prabowo itu.

Pertama urai Dahnil, Prabowo sudah menyerahkan konsep terkait dorongan besar ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan, energi pertahanan dan keamanan kepada Presiden Jokowi.

Kedua, Ketum Gerindra itu mempersilakan Jokowi untuk menggunakan konsep tersebut, dengan atau tanpa melibatkan Prabowo dan Gerindra. "Bila tidak, kami akan tetap bekerja sama untuk kepentingan NKRI," tutur mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Sementara ketiga, Prabowo memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bersilaturahmi dan berkomunikasi untuk musyawarah mufakat demi kepentingan bangsa dan negara.

Konsep ini, terang Dahnil, telah diserahkan sebulan sebelum Prabowo bertemu Jokowi pada Jumat (11/10) lalu di Istana Kepresidenan.

“Ini akan sangat bergantung keputusan Pak Jokowi. Apakah akan menggunakan konsepsi yang ditawarkan Pak Prabowo atau tidak,” kata Dahnil.

Sikap politik yang disampaikan Prabowo ini dinilai belum secara tegas memilih salah satu: Oposisi atau Koalisi. Tergantung Jokowi.

Untuk kepastiannya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan masih ada rencana komunikasi lanjutan antara Ketua Umum Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan itu disebut sebagai tindak lanjut hasil Rapimnas. Kepada wartawan Muzani, kemudian membawakan sebait pantun.

“Pantunnya adalah, ‘kain tapis dilipat empat, disimpan rapi dalam peti, kita semua sudah berpendapat, pada akhirnya Pak Prabowo nantinya akan ngomong bersama Pak Jokowi’,” kata Muzani.

Mencermati isi pidato Prabowo, Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan bahwa secara halus Gerindra sudah menyerahkan diri kepada Jokowi. "Sudah yes bergabung. Tinggal Jokowi kasih kursi menteri berapa ke Gerindra," tutur Ujang tadi malam.

Karena, lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu, jika Gerindra ingin beroposisi tentu sikapnya akan dinyatakan secata jelas oleh Prabowo di dalam pidatonya.

"Kan selama Pilpres juga Prabowo selalu berkata jelas," pungkasnya.