Melamar Nafia (Tentang Kita yang Tak Jodoh Part 3) - Bagus.co - Blogger Journalism

Mobile Menu

Dikuasakan oleh Blogger.

More News

logoblog

Melamar Nafia (Tentang Kita yang Tak Jodoh Part 3)

2019-04-08
Nafia sangat senang sekali mendengar berita ini. Rafa akan melamarnya minggu depan. Itu sebuah janji dari lelaki yang di cintainya.


IA tau Rafa malam ini juga akan pulang ke kampung halaman. Namun mereka tidak satu mobil. Ia tau Rafa pulang dengan mobil temannya.

Dalam hati, Nafia berkata: Kekasihku, jagalah keselamatanmu untukku karena aku hanya bisa menjaga cintamu tapi tidak dengan nyawamu.

Yaa Allah, jodohkanlah aku dengan lelaki yang aku cintai dan bila itu terjadi maka aku sangat bahagia sekali. Satukanlah aku dengan bang Rafa dalam naungan cinta suci. Cinta yang Engkau ridhai, yaitu cinta istri kepada suaminya ataupun cinta suami kepada istrinya.

Jadikanlah aku istrinya dan jadikanlah dia suamiku. Satu jam telah berlalu. Mobil yang di tumpangi Nafia melaju dengan cepat.

Diluar sana sudah mulai gerimis dan itu artinya sebentar lagi akan turun hujan. Semoga hujan malam ini memberi berkah dan bukan musibah.

Sesaat kemudian Nafia mendapat telpon dari Mutia, teman satu kuliahnya dan malam ini juga pulang kampung. Tapi Mutia pulang dengan mobil keluarganya.

Assalamu’alaikum. Ada apa Mutia. Apa ada berita bagus tentang kita? Kamu sekarang sudah sampai dimana?

Wa’alaikumussalam. Kamu sabar ya Nafia. Aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu. Tapi kamu janji kamu harus sabar dan tidak boleh panik.

Memangnya apa yang terjadi Mutia? Cepat katakan. Aku janji aku akan sabar.

Mobil yang di tumpangi Rafa dan teman-temannya masuk ke jurang. Mereka kecelakaan.

Dan kemungkinan besar mereka tidak ada yang selamat karena mobil terjun bebas ke jurang yang sangat dalam.

Kejadiannya di gunung Kulu. Aku mohon kamu bersabar ya. Mendengar itu semua hati Nafia hancur berkeping-keping.

Disaat ia baru jatuh cinta kepada seorang lelaki yang baik hatinya namun Allah telah lebih dulu memanggilnya.

Semua terasa sangat memilukan hati. Yaa Allah, mengapa terlalu cepat Engkau menghapus kebahagiaan ini dengan kesedihan yang ku rasa.

Aku sangat mencintainya namun aku harus kehilangannya. Inikah cinta yang selama ini ku puja. Sepanjang perjalanan pulang Nafia terus mengingat kata-kata terakhir yang di katakan rafa kepadanya.

Nafia, sebelum kita berpisah aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Jika nanti aku melamarmu. Apakah kau mau menikah denganku? Apakah kau mau menjadi ibu dari anak-anakku? Aku ingin meminta restu orangtuamu disana.

Bila nanti tidak sesuai impian. bagiku tak mengapa. Namun satu yang ku pinta, bila kau bukan jodohku maka aku akan tetap mencari gadis lain yang sama sepertimu. Gadis yang manis di mataku dan nyaman di hatiku.

Bang Rafa. Jika ku tau kau pergi begitu cepat dari hidupku. Aku tidak akan membuka hatiku untuk mencintaimu.

Kamu tau, perbuatan yang paling sadis dan paling menyiksa adalah apa yang di sebabkan oleh cinta.

Dan bila nanti aku berjodoh dengan lelaki lain. Aku berharap lelaki itu adalah ... Klik: SELENGKAPNYA