Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Malam Pertama dengan Rehan, Suami Pilihan Ayah (Tentang Kita yang Tak Jodoh Part 6)

08 April 2019
Pesta pernikahan sudah di langsungkan. Ijab qabul sudah di lakukan. Saat itu Nafia tidak bisa menahan airmatanya. Ia menangis sejadi-jadinya.



MELIHAT putrinya menangis abi Khairil tau Nafia sangat sedih dengan kehilangan lelaki yang sudah berjanji untuk melamarnya. Lelaki yang dicintainya adalah Rafa dan bukan Rehan.

Namun pernikahan akan mengubah segalanya. Kalau bukan sekarang esok Nafia pasti akan jatuh hati kepada suaminya. Cinta itu bisa tumbuh setelah pernikahan. Sejak acara pesta pernikahan di langsungkan Nafia lebih banyak diam.

Ia belum bisa membayangkan jika Rafa tau kalau ia sudah menjadi istri lelaki lain. Kalau Rafa masih hidup dia pasti akan sangat kecewa melihat pernikahan ini namun perasaan tidak bisa di bohongi.

Aku masih merindukanmu bang Rafa. Mengapa kau begitu tega kepadaku. Mengapa kau pergi disaat aku mulai mencintaimu. Sejak kamu pergi untuk selamanya disaat itu pula ku tau beginilah rasanya ditinggal kekasih.

Aku sedih. Nafia, telah lama aku pergi mengembara mencari cinta yang ku puja. Namun hari ini ternyata Tuhan mempertemukan kita dalam sebuah pernikahan.

Seandainya dulu aku tau ada gadis manis nan baik hatinya di desa ini mungkin engkau sudah lama ku puja. Aku tidak akan pergi ke luar sana untuk mendapatkan gadis manis sepertimu.

Hari ini kau adalah aku dan aku adalah kamu. Kau adalah milikku dan aku adalah milikmu. Kamu tau Nafia, cinta itu terasa indah disaat kau dan aku menjadi kita.

Rehan tersenyum sendiri disaat pertama sekali meilhat Nafia memakai baju biru dan jilbab putih bersih. Wajah gadis itu terlihat seperti bidadari.

Rehan yang melihat Nafia saat itu datang dan membawa secangkir teh hangat. Gadis itu meletakannya di atas meja yang berada tepat di dekat jendela kamar mereka. Rehan senyum-senyum saja saat melihat tingkah laku istrinya.

Dalam hati ia sangat besyukur bisa menikahi gadis manis nan baik hatinya seperti Nafia. Sungguh beruntung sekali lelaki yang memilikinya dan lelaki itu adalah aku.

Terimakasih ya Allah. Terimakasih atas segala nikmat_Mu kepadaku.

Bang Rehan. Bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu. Tapi kamu harus janji kalau kamu tidak marah kepadaku. Aku hanya ingin kau tau dan tidak ada rahasia yang di tutup-tutupi diantara kita.

Kamu mau bilang apa Nafia. Jangan gugup seperti itu. Santai saja istriku. Ini malam pertama kita dan sudah seharusnya kita melewati semua ini dengan kebahagiaan. Ini pernikahan kita. Ini malam bahagia kita.

Maafkan aku bang. Kali ini aku harus jujur kepadamu. Aku sama sekali tidak mencintaimu. Aku menikah denganmu dan itu terjadi karna parmintaan ayah. Andaikan ayah tidak memintanya sungguh pernikahan ini tidak akan pernah terjadi.

Aku berharap abang tidak marah. Abang harus tau, cinta itu tidak bisa di paksa dan sesungguhnya aku sudah punya calon namun lelaki yang ku cintai kecelakaan disaat ia berjanji ingin menikahiku.

Aku masih mencintai lelaki itu sekalipun dia sudah pergi untuk selamanya. Nafia, ini sungguh tidak adil. Mengapa kau mengatakan semuanya disaat aku merasa kau adalah anugrah cintaku.

Sejak pertama kali melihatmu aku sudah mulai menyukaimu dan rasa cinta itu tumbuh dengan harapan agar aku bisa menmilikimu. Namun sekarang kau mengatakan bahwa kau masih mencintai lelaki yang sudah pergi untuk selamanya.

Nafia, jika kamu benar-benar mencintai lelaki itu maka aku akan membantumu untuk mencarinya. Namun kamu harus sadar bahwa lelaki yang kamu cintai itu sudah tidak ada lagi di dunia.

Dia sudah pergi untuk selamanya. Kamu harus yakin Nafia. Semua manusia pasti akan mati termasuk kita berdua dan satu harapanku padamu cintailah aku dan terimalah kasih sayangku yang tulus padamu sebelum kita akan mengikuti jejak lelaki yang kamu cintai.

Sebelum diantara kita ada yang meninggal dunia aku berharap katakanlah kamu mencintaku karna itu akan membuatku bahagia.

Nafia, aku juga pernah mengalami masa sulit sepertimu namun semua itu bisa aku lalui dengan tabah dan sabar. Tau kah kamu. Dulu aku sangat mencintai anak dari dosen di tempat aku kuliah.

Namanya Nadia. Aku dan Nadia sama-sama jatuh cinta dan aku bilang kepadanya kalau aku akan melamarnya. Dan saat itu ibuku sakit parah. Serangan jantung yang ibu derita sedikit membaik disaat ibu tau bahwa aku akan menikahi Nadia. Beliau sangat menyayangi Nadia seperti anak sendiri.

Namun takdir berkata lain. Disaat aku melamar Nadia, orangtua Nadia malah menanyakan gajiku berapa setiap bulannya dan aku punya usaha apa.

Pertanyaan itu membuat aku sedih dan kecewa karena saat itu aku belum punya usaha sendiri. lamaranku ditolak dan ibu mengetahuinya. Aku sedih dan ibu juga sedih.

Sesaat kemudian aku tidak mendengar suara ibu. Aku melihat wajahnya yang sudah mulai pucat. Aku takut terjadi apa-apa dengan ibu dan akhirnya apa yang aku takutkan benar-benar terjadi.

Ibu meninggal dunia setelah mendengar semuanya. Aku sangat terpukul sekali dengan kejadian itu. Saat itu aku kehilangan dua cinta. Aku kehilangan Nadia dan ibu yang sangat aku cintai.

Sekarang aku ingin bertanya kepadamu Nafia. Apakah kau ingin... Klik: Selengkapnya