Belajar dari Semangat Leani, dari Atlet Normal ke Difabel - Bagus

Mobile Menu

More News

logoblog

Belajar dari Semangat Leani, dari Atlet Normal ke Difabel

Friday, September 14, 2018
  • Leani Ratri Oktila saat ditemui di sela-sela latihan. Perempuan kelahiran Bangkinang, Riau ini mengaku ditarget emas di Asian Para Games 2018 mendatang. (Muhammad/ Bagus.co)

Musibah kecelakaan motor yang menimpa Leani Ratri Oktila (27) pada 2011 lalu, membuat karirnya bergeser dari atlet normal (able body) ke atlet Para. 

Kecelakaan itu ternyata tak membuat Leani patah arang. Ia kembali terjun ke dunia badminton, habitatnya. Mula-mula, kedua orang tua sempat keberatan.

Meskipun bukan di turnamen normal yang digeluti sebelumnya. Bagi Leany, menjadi atlet difabel tak beda-beda jauh rasanya dengan atlet normal. 

"Saya kan memang mulai dari atlet normal awalnya mas. Menjadi atlet difabel ini ternyata sama dengan yang normal. Cuma ada beberapa hal yang saya harus menyesuaikan," cerita Leani ketika berbincang dengan Bagus.co belum lama ini di Solo, Jawa Tengah.

  • Karir Leani berawal dari atlet normal. Baginya, menjadi atlet normal maupun atlet Para tidak jauh beda. (Muhammad/ Bagus.co)

Khususnya dalam hal latihan. "Saya nggak harus latihan seperti yang normal. Jadi harus disesuaikan dengan kemampuan," lanjutnya.

Debutnya sebagai atlet Para dimulai pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2012. Perempuan kelahiran Bangkinang, Riau ini diajak National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Riau untuk mengikuti turnamen antar provinsi ini.

Kini, Leani berhasil menjadi atlet paralimpian profesional. Segudang prestasi telah diraihnya tak hanya di level nasional, melainkan juga di kancah internasional, seperti di Asian Para Games Incheon 2014, ASEAN Para Games Singapore 2015, ASEAN Para Games Kuala Lumpur 2017 dan yang terakhir World Para Badminton Championship Ulsan 2017.

Di Asian Para Games 2014 lalu, Leani berhasil mendulang medali emas pada nomor ganda campuran SL3,4/SU5 bersama Fredy Setiawan. Medali perak ganda putri SL3,4/SU5 bersama Khalimatus Sadiyah pada even yang sama, dan perunggu pada nomor tunggal putri SL4.

Selain itu, dia juga memperoleh masing-masing tiga medali emas pada dua even yang berbeda, yaitu ASEAN Paragames 2015 dan Indonesia Para Badminton Championship 2015 dengan  nomor dan pasangan yang sama pada Asian Para Games 2014.

Sementara di Asean Para Games Kuala Lumpur 2017 lalu, Leani juga menyegel emas di hampir semua nomor. Mulai dari nomor tunggal putri dengan klasifikasi SL4, kemudian juga di sektor ganda putri saat berpasangan dengan Oktila Khalimatus Sadiyah yang turun di klasifikasi SL3- SU5.

Di ganda campuran, Leani juga meraih emas. Ia berpasangan dengan Hary Susanto. Menilik deretan prestasi itu, pemerintah lantas memasang target tinggi kepada Leani.

"Di ganda campuran targetnya emas, total ada empat medali emas targetnya untuk Bulutangkis di Asian Para Games 2018 nanti," jelas Leani. "Lawan terberat kita nanti ini sepertinya masih China," pungkasnya. (*)


No comments:

Post a Comment